Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan Tekstil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan Tekstil. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Oktober 2016

Mengenal Jenis Kain Crepe Untuk Pembuatan Busana

Mengenal Jenis Kain Crepe Untuk Pembuatan Busana

Kain crepe merupakan kain yang bertekstur seperti kulit jagung atau seperti keruta-kerutan yang tidak disetrika. Kain Crepe merupakan kain yang bisa dibuat dari serat katun, wool, maupun sutra. Kain Crepe bersifat lentur dan tidak kaku. Memiliki permukaan berteksur sehingga terlihat kasar dan berkerut. Tekstur tersebut dihasilkan dari proses pembuatan kain dalam proses penenunan seperti penenunan yang ketat,memutar atau mengikat serat sebelum menenun, menggunakan pola saat menenun atau menggunakan hiasan timbul pada kain yang sudah jadi dengan alat khusus. Pola hiasan timbul ditambahakan dengan cara ditekan dan dipanaskan. Kain Crepe dapat dihasilkan dari sutra (silk), sutra buatan (silk like) dan katun. Kain Crepe memiliki beberapa variasi antara lain :

Crepe De Chine

Kain ini memiliki tekstur yang halus, ringan dan tidak berkilau. Bahan ini diproses dengan teknik matte finish sehingga tidak berkilau atau mengkilap. kain ini diproses dengan memutar benang wool pada benang pakan (Weft) yaitu benang yang mengarah horizontal dan benang sutra pada bagian benang lusi (Warp) yaitu benang yang mengarah vertikal.

Crepe Georgette

Jenis kain yang tipis yang terbuat dari sutra asli atau sutra buatanyang tidak berkilau atau berkilap. Bahan ini memiliki kelenturan yang bagus sehingga sangat elastis.Jenis kain ini transparan atau tembus pandang. Biasanya dibuat dengan warna-warna pudar dengan tekstur yang kasar. terkadang disebut dengan istilah ciffon. Kain ini memiliki sifat melangsai. Kain jenis ini banyak digunakan sebagai bahan untuk dress wanita, kemeja wanita,gaun,blus dan rok.

Morocan Crepe

Kain ini merupakan kain yang memiliki tekstur berat, kain yang ditenun dengan jalur terbuat dari sutra,rayon atau wool.Jenis kain inidibuat dengan pemutaran benang pada bagian pakan (weft) secara berat. dan menghasilkan kain dengan karakter bergelombang, bertekstur garis/jalur. Kain jenis ini banyak digunakan untuk dres,gaun ataupun setelan jas. Morocan Crepe memiliki nama lain Crepe Marocain.

Plisse Crepe

Jenis kain ini dibuat dengan menggunakan alat bera sejenis rol untuk menghasilkan pola crepe (kerut/kerikil) diatas kain atau dengan cara menggunakan bahan kimia untuk menghasilkan kain seperti crepe(terlihat kerutan). Jenis kain ini biasanya terbuat dari katun yang terbungkus dengan lilin dengan pola bergaris atau berkerikil dan dicelupkan kebahan campuran alkaline. Pada bagian yang tidak terbungkus akan mengerut sehingga menghasilkan garis atau kerut ketika lilin dihilangkan. Hasil bahan ini sangat kuat dan tidak memerlukan penyetrikaan.

Wool Crepe

Dikenal juga dengan istilah Crepon. Merupakan jenis kain yang kuat tapi kasar. Terbuat dari campuran serat sutra dan katun. Efek kerutan pada kain crepe didapat dari pekerjaan benang saat menenun. Jenis kain ini dapat ditenun dengan kombinasi pemutaran benang kiri dan kanan pada kain yang sama atau dengan tingkat keregangan yang berbeda pada benang lusi (wrap) atau dengan menambahkan kerapatanatau ketegangan pada proses pemutaran benang.

Sekian infonya...Semoga bermanfaat...

Rabu, 19 Oktober 2016

Mengenal Jenis-Jenis Kain Dalam Pembuatan Busana (part2)

Pada artikel sebelumnya saya telah menjelaskan beberapa jenis kain yang sering digunakan. Pada kesempatan kali ini saya akan menambahkan beberapa jenis kain yang sering digunakan dalam pembuatan busana. Jenis kain tersebut antara lain :

9. Kain Satin 

Mengenal Jenis-Jenis Kain Dalam Pembuatan Busana (part2)

Kain satin merupakan kain yang mengkilat pada bagian muka dan kusam pada bagian belakangnya. Kain satin ini pun memiliki beberapa jenis berdasarkan kualitas satinnya. Satin biasa dengan harga terjangkau biasanya akan cepat berbulu dan sangat mudah rusak bila tersangkut jarum. Oleh karena itu dalam proses pembuatan busana harus hati-hati, jangan sampai tersangkut jarum karena seratnya akan rusak.

10. Kain Rayon

Mengenal Jenis-Jenis Kain Dalam Pembuatan Busana (part2)
Kain rayon merupakan yang menyerupai sutra sehingga biasa dsebut sutra buatan. dalam industri tekstil kain ini disebut sebgai rayon viskosa. Rayon merupakan kain yang berkilau dan tidak mudah kusut. Bahan ini biasa dipakai sebagai bahan baku baju batik.

11. Kain Sutra

Kain sutra merupakan kain yang berasal dari serat alam. Serat ini berasal dari kepompong ulat sutra. Sutra asli memiliki harga yang mahal dan kita harus hati-hati membeli bahan sutra karena tidak semua toko kain menyediakan sutra asli. Terkadang ada juga yang menyediakan sutra campuran. Sutra asli memiliki tekstur yang lembut, cenderung tipis,dapat meyerap keringat dengan baik sehingga nyaman digunakan. Sutra tidak bisa dicuci dengan deterjen karena akan merusak serat, pencucian sutra harus menggunakan sabun khusus kain sutra atau sabun dengan ph rendah untuk menjaga kekuatan serat dan warna kain.

12. Kain Denim

Mengenal Jenis-Jenis Kain Dalam Pembuatan Busana (part2)

Kain denim banyak dipakai untuk pembuatan celana dan jaket. Tekstur kain ini cenderung kasar dan tebal. Pada awalnya pemakaian denim ini digunakan sebagai celana penambang karena bahannya yang tebal dan dapat menahan panas. Tetapi sekarang denim telah benyak diproduksi sebagai celana santai dengan berbagai macam model.

13. Kain Lycra

Kain licra adalah jenis kain yang bertekstur lembut dan elastis. Kain ini biasa digunakan sebagai bahan celana dalam.

14. Modal ( Polynosic)

Modal atau Polynosic biasa dikenal dengan nama Avril, hightell,vincell,zantrel dan lainnya. Modal merupakanselulosa yang diregenerasi, sejenis rayon viscosa dengan polimerisasi yang lebih tinggidan memiliki struktur microfibril dengan panjang molekul 2 kali lipat dari rayon. Kekuatan lebih tinggi tetapi daya mulur( elastisitas) lebih rendah. Modal dapat dicuci dengan deterjen biasa. Dalam proses menyetrika dapat disetrika dengan suhu sedanga agar bahan licin dan terlihat berkilau.

15. Aramid

Aramid banyak digunakan sebagai bahan untuk baju pemadam kebakaran, pembalap mobil dan motor. Aramid termasuk jenis Nylon yang merupakan bahan yang tahan api, tahan suhu api dan terbakar pada suhu 53 Celsius.

Sekian Infonya...Semoga bermanfaat..


Selasa, 18 Oktober 2016

Mengenal Jenis-Jenis Kain Dalam Pembuatan Busana (part1)

Dalam pembuatan busana kita memerlukan kain sebagai bahan dasar pembuatan busana. Setiap busana memiliki model yang berbeda serta kesempatan pemakaian yang berbeda. Busana pesta tentu memiliki perbedaan model dengan busana kerja. Selain itu syarat bahan yang akan digunakan tentu akan berbeda. Untuk busana pesta tentu kita memilih bahan yang berkilau, lembut, melangsai ataupun bahan berkualitas bagus agar terlihat mewah. Sedangkan untuk busana kerja kita memerlukan bahan yang tidak mudah kusut, tahan cuci sehingga awet digunakan dalam jangka waktu yang lama dan biasanya kita akan memilih bahan yang cenderung tebal. Demikian juga untuk baju rumah, tentu kita memilih bahan yang dapat menyerap keringat dan tahan cuci. Kita tidak perlu bahan yang terlihat mewah dipakai ataupun bahan yang tidak cepat kusut untuk pakaian rumah. Untuk pakaian rumah tentu kita akan memilih bahan yang nyaman dikenakan. Karena setiap busana memiliki syarat bahan tersendiri maka kita perlu mangenal macam-macam kain sehingga dapat memilih kain sesuai dengan kegunaannya. Berikut ini adalah beberapa jenis kain dan ciri-cirinya:

1. Kain Blacu

Mengenal Jenis-Jenis Kain Dalam Pembuatan Busana (part1)

Kain ini terbuat dari bahan kapas. Kain ini merupakan bahan yang belum selesai proses penyempurnaannya.Bahan ini cenderung kasar dan berwarna kuning gading dan memiliki bintik-bintik kehitaman pada seratnya. Kain blacu tidak tahan dengan udara lembab sehingga akan cepat berjamur dan warnanya berubah menjadi kuning. Biasanya bahan ini dijadikan sebagai bahan praktek dalam proses belajar menjahit. Dan bahan ini pun memiliki harga yang terjangkau.

2. Kain Wool

Kain wool merupakan kain yang dibuat dari bulu domba. Kain ini dibuat dengan cara dikempa. Kain wool digunakan sebagai bahan busana kerja seperti pembuatan jas,blazer dan celana. Kain ini memiliki sifat mudah dibentuk dengan dipress dan tidak mudah kusut. Bahan ini akan memberi rasa hangat pada sipemakai. Oleh karena itu bahan wool ini sangat cocok dijadikan sebagai mantel untuk musim dingin. Untuk menentukan keaslian bahan wool kita bisa mengujunya dengan membakar serat kain. Kain wool asli akan berbau seperti bulu terbakar dan sisa pembakarannya langsung menjadi abu. Jika ada bagian sisa pembakaran yang menggumpal maupun bau plastik terbakar bisa jadi itu merupakan wool campuran.
3. Kain Katun
Mengenal Jenis-Jenis Kain Dalam Pembuatan Busana (part1)
kain katun juga merupakan kain yang terbuat dari serat kapas. Kain ini memiliki sifat menyerap keringat (higroscopis) sehingga nyaman digunakan. Biasanya cenderung mudah kusut tetapi berdasarkan kualitas dari katun itu sendiri. Karena katun dipasaran biasanya memiliki beberapa jenis dengan kualitas berbeda seperti katun jepang, katun minyak, katun paris, katun silk dan lain-lain.

4. Kain PE 

Kain PE merupakan kain yang menyerupai kain katun tetapi tidak berasal dari serat kapas. Kain ini terbuat dari benang polyester yang merupakan kain dari serat sintetis. Kain ini terasa agak panas jika digunakan. Dari segi kualitas bahan ini masih dibawah bahan katun.

5. Kain Acrylic

Kain acrylic merupakan bahan yang sering digunakan untuk bahan pembuatan kemeja. Kain ini terbuat dari komponen kimia dari asam acrylic. Bahan ini menyerupai bahan wool. Bahan ini nyaman digunakan dan juga memberi rasa hangat pada sipemakai. Tetapi bahan ini kurang menyerap keringat sehingga kurang nyaman digunakan saat cuaca panas.

6. Kain Ciffon

Mengenal Jenis-Jenis Kain Dalam Pembuatan Busana (part1)
Kain ciffon merupakan kain yang sangat ringan. Kain ini memiliki tekstur yang lembut, sedikit berkilau dan transparan. Banyak digunakan sebagai bahan untuk hijab, seledang dan busana pesta. Kain ini terbuat dari bahan katun campuran, sutra campuran maupun dari serat sintetis.

7. Kain Ceruti

Kain Ceruti memiliki kararter yang hampit sama dengan kain ciffon. Kain ini sama-sama ringan tetapi kain ceruti memiliki tekstur lebih berserat dan tidak berkilat. Bahan ceruti banyak digunakan sebgai bahan hijab karena bahannya yang mudah diatur dan melangsai.

8. Kain Flanel

Mengenal Jenis-Jenis Kain Dalam Pembuatan Busana (part1)
Kain flanel merupakan kain yang berasal dari serat wool tanpa ditenun. Bahan ini sedikit tebal dan lembut.Kain flanel dengan kualitas bagus biasanya dibuat sebagai mantel maupun kemeja. Kain flanel juga bisa kita jadikan aneka souvenir. Kelemahan bahan ini adalah cepat berbulu sehingga dalam pencuciannya tidak bisa disikat.

Sekian Infonya..Semoga Bermanfaat...