Sabtu, 22 Oktober 2016

Kerajinan Bordir dan Sulaman di Sumatera Barat

          Bordir merupakan kerajinan yang tidak asing bagi warga Sumatera Barat. Daerah ini merupakan daerah penghasil kerajinan sulam terbesar di Indonesia. Banyak daerah di Sumatera Barat yang merupakan Sentra penghasil bordir dan sulaman. Di Sumatera Barat Bordir dan Sulaman banyak digunakan dalam acara adat. Pada pesta pernikahan memakai pelaminan yang dihias dengan sulaman dan bordir. Selain itu pakaian adat di Sumatera Barat didominasi dengan hiasan bordir dan sulam. Jadi bordir dan sulam tidak bisa dipisahkan dari kebudayaan di Sumatera Barat.Salah satu daerah penghasil sulaman adalah Bukittinggi dan Pariaman.
           Di Bukittinggi banyak menyediakan pakaian dan lenan rumah tangga serta souvenir yang dibordir. Didaerah Bukittingi lebih banyak bordir untuk pakaian sedangkan di Pariaman sangat banyak pengrajin bordir untuk pelaminan. Karena pelaminan merupakan suatu keharusan dalam acara adat maka banyak pemesanan untuk pembuatan pelaminan. Dalam pembuatan pelaminan ini tidak hanya menggunakan bordir tetapi juga sulaman tangan karena ada bagian yang tidak bisa dikerjakan dengan mesin sehingga harus dikerjakan dengan tangan.
            Sulaman yang sering digunakan antara lain sulaman benang emas, sulaman kepala peniti, sulaman lekapan, sulaman bayang dan sulaman kaca yang sering digunakan untuk menghias pelaminan. Sulaman sudah diturunkan secara turun temurun oleh masyarakat sehingga rata-rata wanita didaerah ini sudah sangat biasa menyulam. Mereka belajar dari ibu maupun kakak mereka. Kerajinan sulam dan bordir merupakan penghasilan tambahan bagi ibu rumah tangga bahkan siswi sekolah yang ingin mencari penghasilan sepulang sekolah. Biasanya sulaman maupun bordir mereka ambil dari tempat pembuatan kerajinan dan dikerjakan dirumah. 
             Di Pariaman Sentra kerajinan ini terdapat di daerah Naras . Disana dapat kita temukan belasan rumah sulam dan bordir yang menyediakan berbagai produk sulam dan bordir antara lain pakaian,mukena, lenan rumah tangga dan perlengkapan pelaminan. Sulaman didaerah ini didominasi dengan sulaman benang emas. Sulaman benang emas ini banyak digunakan untuk acara adat. motif yang digunakan biasanya motif flora maupun geometris.
Kerajinan Bordir dan Sulaman di Sumatera Barat
Foto ini merupakan bagian dari pelaminan yang dibuat menggunakan sulaman benang emas. Dibuat dengan motif geometris dan flora. Bagian pelaminan ini wajib ada dalam acara adat.
Kerajinan Bordir dan Sulaman di Sumatera Barat
Foto ini merupakan bagian pelaminan yang dibuat dengan bordir, tetapi tidak menggunakan bordir penuh. Bordir ini memakai kain lame agar lebih ekonomis dan cepat dalam pembuatannya. Pelaminan yang menggunakan sulam benang emas memang masih diproduksi tetapi harganya cukup mahal sehingga banyak yang beralih pada penggunaan kain lame untuk membuat pelaminan.
Kerajinan Bordir dan Sulaman di Sumatera Barat

Ini merupakan sulaman dengan menggunakan kaca. Sulaman ini juga terdapat pada pelaminan tetapi sekarang sudah ada yang mengaplikasikannya untuk pembuatan selendang.
Kerajinan Bordir dan Sulaman di Sumatera Barat

Foto diatas merupakan salah satu contoh selendang yang dibuat dengan sulaman benang emas dan sulaman kepala peniti. Selendang seperti ini sering dipakai oleh wanita minang untuk menghadiri acara adat. Dulu selendang seperti ini sangat banyak dipakai tetapi sekarang hanya sebagian orang yang memakainya. Selain karena cara berpakaian yang telah berubah faktor harga juga berpengaruh karena harga selendang seperti ini pun lumayan mahal, karena nilai seni dan proses pembuatannya yang memakan waktu.
Kerajinan Bordir dan Sulaman di Sumatera Barat

Foto diatas merupakan contoh motif yang dibuat dengan sulaman kepala peniti. Biasanya digunakan untuk motif busana, selendang dan lenan rumah tangga.

Kerajinan Bordir dan Sulaman di Sumatera Barat

Foto ini merupakan pelaminan Minang yang menggunakan sulaman benang emas untuk menghiasnya.
Kerajinan Bordir dan Sulaman di Sumatera Barat

Foto diatas merupakan foto busana pengantin Minang yang dihias dengan sulaman benang emas dan bordir serta diberi mani-manik. Busana pengantin biasanya berwarna hitam dengan paduan warna emas atau pun merah dengan paduan warna emas, tergantung juga dengan adat disuatu Nagari. Tetapi saat ini telah banyak perubahan terhadap warna pada pakaian pengantin ini.Sehingga banyak kita temui pakaian pengantin dengan warna ungu,hijau,silver dan lain-lain.

Sekian infonya..Semoga bermanfaat...

Apa itu Bordir dan Sejarah Tentang Bordir di Indonesia

Di Indonesia kita mengenal teknik menghias pakaian dengan dibordir. Khususnya di Sumatera Barat terdapat banyak pengrajin bordir. Tapi tahukah kita apa sebenarnya yang dimaksud dengan bordir dan bagaimana sejarah bordir di Indonesia. Bordir sebenarnya berasal dari istilah bahasa Inggris yaitu embroydery yang artinya sulaman. Pada awalnya pengerjaan kerajinan seni ini sangat sederhana, hanya menggunakan benang dan bantuan jarum. Dibuat dengan menggunakan jari-jari tangan untuk menusukkan jarum pada kain, kemudian muncullah bebrabagi jenis tusuk hias dalam menyulam. Dengan berkembangnya teknologi maka pengerjaan bordir ini meningkat dengan memakai alat bantu berupa mesin jahit (mesin bordir) sehingga pekerjaannya semakin cepat dan menghasilkan bentuk yang lebih baik. Bahkan sekarang sudah banyak diproduksi mesin jahit bordir pengembangan dari komputer (bordir komputer). Sejak saat itu orang Indonesia mulai terbiasa dengan sebutan Border (bordir). Tetapi masyarakat Indonesia masih membedakan istilah bordir dan sulam walaupun sebenarnya istilah ini adalah sama. Bordir merupakan sulaman yang telah dilakukan dengan mesin, sehingga bordir merupakan bagian dari sulaman itu sendiri.

Defenisi Bordir

Apa itu Bordir dan Sejarah Tentang Bordir di Indonesia


Istilah bordir lebih populer di Indonesia daripada sulam,sehingga orang mendefenisikan bordir seabgai salah satu kerajinan ragam hias(untuk aksesoris berbagai busana) yang menitik beratkan pada keindahan dan komposisi warna benang pada medium berbagai kain dengan alat bantu seperangkat mesin jahit atau mesin bordir komputer.

Sejarah Bordir

Kerajinan bordir sudah sangat lama dikenal di Indonesia sekitar abad ke 18 Masehi. Bahkan pada awal abad ke 16 sulaman mutiara sudah dikenal di Jepang. Pada waktu itu bordir diperkenalkan oleh para pendatang dari Cina dan dilanjutkan oleh bangsa India yang datang dengan tujuan berdagang. Keterampilan ini diperkenalkan hampir keseluruh pelosok nusantara.

Daerah Penghasil Bordir

Pengrajin bordir masih sedikit jumlahnya. Daerah yang sampai sekarang masih banyak pengrajin bordirnya adalah daerah Sumatera khususnya Sumatera Barat, Jawa, Madura dan Bali. Kita perlu maklum dan menyadari regenerasi pengrajin bordir ini sangat lambat, karena walaupun bidang ini sangat digemari dan tidak terlalu susah dipelajari tetapi membutuhkan waktu yang lama dan kesabaran yang tinggi dalam proses pengerjaannya. Keterampilan ini identik dengan kerja seni sehingga dibutuhkan ekstra konsentrasi, semangat, kesabaran,niat dan minat yang kuat dari seorang pengrajin bordir.

Ragam Hias Seni bordir Semakin Banyak.

Peminat bordir saat ini semakin banyak dengan semakin berkembangnya industri Fashion di Indonesia. Banyak para desainer yang menggunakan hiasan bordir dalam rancangannya. Karena semakin berkembangnya dunia fashion permintaan desain bordir pun semakin berkembang dan dibuat semakin menarik. Para pembordir ini biasanya berasal dari daerah Tasikmalaya, Cirebon, Indramayu, Kudus,Padang, Bukittinggi dan Pekanbaru. Bahkan bordir juga sangat diminati oleh wisatawan manca negara. Di Bukittinggi terdapat banyak tempat usaha bordir yang menyediakan bahan pakaian yang sudah dibordir maupun disulam dan mukena. Biasanya usaha ini juga menyediakan bermacam-macam sovenir yang diberi hiasan bordir. Daerah ini merupakan penghasil bordir yang banyak diminati oleh masyarakat bahkan banyak pembeli yang berasal dari negera tetangga. Oleh karena itu kita harus mengenal dan mencintai seni kerajinan ini agar tetap berkembang dan lestari..

Sekian infonya....Semoga bermanfaat..


Mengenal Jenis-Jenis Jacket(Part 3)

Pada artikel mengenal jenis-jenis jaket part 2 telah dikelaskan beberapa jenis jaket. Karena banyaknya model jaket yang pernah ada maka pada postingan kali ini saya akan menambahkan keterangan beberapa jenis jaket lainnya. Model jaket memang mengalami perubahan dari waktu ke waktu tetapi dengan mengenal jenis jaket yang pernah ada akan memberikan inspirasi untuk membuat model baru atau membuat inovasi dengan model yang pernah ada. Berikut adalah jenis-jenisnya:

Draped Jaket
Mengenal Jenis-Jenis Jacket(Part 3)

Sebuah jaket yang menampilkan desain krah ataupun lapel (kelepak) yang jatuh menggantung(draped). Jaket ini berkesan feminim sehingga sering digunakan untuk acara yang bernuansa romantic. Dibuat dari bahan yang memiliki ketebalan tipis sampai sedang. Umumnya dipakai sebagai jaket tambahan pada acara yang modis pada suasana pesta. Jaket ini sering juga dsebut dengan nama Filled jaket.

Drizler Jaket
Mengenal Jenis-Jenis Jacket(Part 3)

Bentuk jaket luar sepanjang pinggang yang biasanya dipakai untuk bermain golf yang berciri pemakaian ribbing (bahan ban rajutan) pada pinggang dan pada manset lengan bajunya. Model ini sudah sangat populer sebagai jaket harian.

Down Jaket
Mengenal Jenis-Jenis Jacket(Part 3)

Jaket dengan panjang sepnggang yang biasanya terbuat dari bahan nylon yang diisi dengan bulu-bulu halus burung atau angsa diantara bahan atas dan lapisannya.

Duffle Jaket
Mengenal Jenis-Jenis Jacket(Part 3)

Sebuah jaket kotak (box jacket) tanpa lapisan dalam(lining) sepanjang lutut dan bertudung(hooded) yang terbuat dari bahan wool yang kuat, berkancing khusus dari kayu disebut togles memakai hemp loops (sengkelit tali rami). Awalnya berasal dari Norway dan diadaptasi sebagai bagian dari busana angkatan laut Inggris selama perang dunia ke-II. Dipopulerkan sekitar tahun 1950 sebagai sport jacket baik untuk pria maupun wanita.

Double Breasted Jacket
Mengenal Jenis-Jenis Jacket(Part 3)

Potongan dan bentuk dasar dari jaket,mantel dan gaun yang memperkenankan satu sisi dari bagian depan menelangkup keatas sisi depan lainnya untuk beberapa centimeter. Over coat (mantel luar dan storm coat (mantel badai) pada umumnya dibuat dengan telangkup dobel (double breasted) untuk kehangatan dan perlindungan ,juga untuk mengelabui bentuk badan pria yang lebih besar, seperti halnya bentuk tubuh wanita yang berproporsi ample (Besar melebar). Istilah double breasted juga dipakai untuk sebuah jaket,Waistcoats/vest maupun mantel luar outcoat dimana bagian badan yang satu menumpang diatas bagian yang lain pada bagian depan. Ada dua deretan vertikal kancing-kancing dan deretan tunggal dari lubang kancingnya dengan biasanya ada satu kancing lagi dibawahnya untuk menguatkan.

Field Jacket
Mengenal Jenis-Jenis Jacket(Part 3)

Sebuah tipe jaket untuk berburu,dikarenakan bahan yang dipergunakan adalah katun yang sangat tebal maka memakan waktu yang lama untuk mempopulerkannya, bagaimanapun jaket jenis ini sangat tahan lama dan cocok untuk lingkungan yang keras. keistimewaan dari jaket ini adalah krah yang dibuat dari bahan yang berbeda, dalam hal ini pemakaian bahan corduroy (semacam bahan bertuas bulu-bulu garis. Jaket ini memiliki nama lain Barn jaket.

Hacking Jacket
Mengenal Jenis-Jenis Jacket(Part 3)

Merupakan jaket pas badan(fitted) bertelangkup tunggal (single breasted) yang melebar dari bagian pinggangnya yang membentuk diatas pinggul dengan satu belahan yang terletek dibagian belakang. Aatau belahan samping, dipotong sedikit lebih panjang daripada jaket sport pada umumnya, bersaku miring yang dikenal dengan nama "hacking pocket" dengan saku kecil yang dikenal "ticket pocket" atau "change pocket" letaknya diatas saku bawah pada bagian kanan. jaket ini dipakai sejak abad ke-19 untuk menunggang kuda dan diadaptasi sebagai busana yang modis selama akhir abad ke-20.. Jaket ini memiliki nama lain yaitu Equetrian jacket.

Sekian infonya...Semoga bermanfaat...


Kamis, 20 Oktober 2016

Tutorial Teknik Penyelesaian Garis Leher

Penyelesain garis leher merupakan proses meyelesaikan garis leher busana. Penyelesaian garis leher disesuaikan dengan model busana yang dibuat. Ada beberapa jenis teknik penyelesaian garis leher yang sering digunakan antara lain :

1. Depun

Tutorial Teknik Penyelesaian Garis Leher
Depun
Depun merupakan teknik penyelesaian garis leher dengan cara menjahitkan kain sesuai dengan bentuk garis leher dengan lebar kira-kira 4-5 cm. Biasanya diberi lapisan fislin agar bentuk garis leher lebih bagus. Teknik peyelesaian depun dilakukan dengan pengobrasan kemudian disum memakai tusuk flanel.

Langkah kerja :

  • Gunting lapisan dengan meletakkan pola tengah muka arah panjang serat kain.
  • Beri tanda kampuh pada bagian buruk bahan
  •  Dempetkan bagian baik lapisan dengan bagian baik pakaian dan pentul mengikuti arah garis leher.
  • Sambungkan garis bahu lapisan dengan kampuh terbuka.
  • Jahit mesin sesuai tanda pola.
  • Gunting-gunting kampuh dengn bentuk segitiga atau biasa disebut dengan diretak. Fungsinya agar garis leher berbentuk lengkung dengan sempurna.
  • Balikan ke arah bagian pakaian,kemudian pres kampuhnya.
  • kemudian stik bagian kampuh dengan menjahit pada bagian kampuh sekitar 1mm setelah jahitan sambungan.
  • Lipatkan lapisan mengikuti garis leher kemudian jahitkan pada pakaian dengan tusuk flanel.

2. Serip

Tutorial Teknik Penyelesaian Garis Leher
Serip
Serip merupakan penyelesain garis leher dengan menjahitkan kain sesuai dengan bentuk garis leher tetapi pada bagian baik kain atau pada bagian luar pakaian.Serip bisa dibuat dengan ukuran 2cm ataupun sesuai keinginan.
Langkah kerja :
  • Gunting lapisan dengan meletakkan pola tengah muka menurut arah panjang serat.
  • Dempetkan bagian baik lapisan dengan bagian buruk garis leher dan pentul.
  • Sambungkan garis bahu dengan kampuh terbuka.
  • Jahit mesin sesuai dengan tanda pola.
  • Gunting kampung dengan bentuk segitiga/diretak.
  • Balikan kearah bagian buruk pakaian dan pres kampuhnya.
  • Pentul lapisan mengikuti arah garis leher dan jelujur.
  • Lipatkan pinggir luas lapisan dan jelujur pada pakaian.
  • Jahit mesin pada lapisan pada garis leher lebih kurang 1 mm dari garis sambungan.
  • Jahit mesin pinggir luar lapisan dengan jarak lebih kurang 1 mm.

3. Lapisan Dengan Bis

Tutorial Teknik Penyelesaian Garis Leher
Lapisan dengan bis
Langkah kerja ;
  • Gunting bis dengan ukuran lebar 3 cm dan panjang sama dengan ukuran lingkar leher ditambah lipatan.
  • Dempetkan bagian baik bis dengan baik garis leher,pentul dan jahit mesin pada tanda kampuh.
  • Gunting kampung dengan bentuk segitiga/diretak.
  • Balikkan bis kebagian baik pakaian kemudian jahit mesin pada kampuhnya 1mm dari garis sambungan.
  • Lipatkan ujung bis kearah dalam kemudian pentul dan jelujur selanjutnya jahitkan pada pakaian dengan tusuk sum.

4. Penyelesaian dengan Ban

Tutorial Teknik Penyelesaian Garis Leher
Lapisan dengan ban
Langkah kerja :
  • Gunting garis leher pada kain selebar ban dan beri tanda kampuh.
  • Gunting ban dua rangkap menurut bentuk sesuai dengan pola di tambah kampuh.
  • Pasangkan pelapis pada bagian burk ban sebelah atas.
  • Dempetkan bagian baik ban yang dilapisi pada bagian baik pakaian ,pentul kemudian jahit mesin.
  • Gunting kampung dengan bentuk segitiga/diretak.
  • Balikkan ban kearah atas garis leher dan ratakan garis sambungannya.
  • Dempetkan bagian baik ban kedua dengan ban pertama, pentul dan jahit mesin pada garis leher.
  • Gunting kampung dengan bentuk segitiga/diretak.
  • Arahkan ban keatas kemudian pres dan jahit mesin ban denagn kampuh 1mm dari garis sambungan. 
  • Balikkan ban yang kedua kebagian dalam pakaian sehingga menutupi ban yang pertama.
  • Lipatkan ujung ban dan jahitkan pada kampuh dan ban pertama dengan tusuk sum.
Sekian infonya...Semoga bermanfaat...




    Mengenal Jenis Kain Crepe Untuk Pembuatan Busana

    Mengenal Jenis Kain Crepe Untuk Pembuatan Busana

    Kain crepe merupakan kain yang bertekstur seperti kulit jagung atau seperti keruta-kerutan yang tidak disetrika. Kain Crepe merupakan kain yang bisa dibuat dari serat katun, wool, maupun sutra. Kain Crepe bersifat lentur dan tidak kaku. Memiliki permukaan berteksur sehingga terlihat kasar dan berkerut. Tekstur tersebut dihasilkan dari proses pembuatan kain dalam proses penenunan seperti penenunan yang ketat,memutar atau mengikat serat sebelum menenun, menggunakan pola saat menenun atau menggunakan hiasan timbul pada kain yang sudah jadi dengan alat khusus. Pola hiasan timbul ditambahakan dengan cara ditekan dan dipanaskan. Kain Crepe dapat dihasilkan dari sutra (silk), sutra buatan (silk like) dan katun. Kain Crepe memiliki beberapa variasi antara lain :

    Crepe De Chine

    Kain ini memiliki tekstur yang halus, ringan dan tidak berkilau. Bahan ini diproses dengan teknik matte finish sehingga tidak berkilau atau mengkilap. kain ini diproses dengan memutar benang wool pada benang pakan (Weft) yaitu benang yang mengarah horizontal dan benang sutra pada bagian benang lusi (Warp) yaitu benang yang mengarah vertikal.

    Crepe Georgette

    Jenis kain yang tipis yang terbuat dari sutra asli atau sutra buatanyang tidak berkilau atau berkilap. Bahan ini memiliki kelenturan yang bagus sehingga sangat elastis.Jenis kain ini transparan atau tembus pandang. Biasanya dibuat dengan warna-warna pudar dengan tekstur yang kasar. terkadang disebut dengan istilah ciffon. Kain ini memiliki sifat melangsai. Kain jenis ini banyak digunakan sebagai bahan untuk dress wanita, kemeja wanita,gaun,blus dan rok.

    Morocan Crepe

    Kain ini merupakan kain yang memiliki tekstur berat, kain yang ditenun dengan jalur terbuat dari sutra,rayon atau wool.Jenis kain inidibuat dengan pemutaran benang pada bagian pakan (weft) secara berat. dan menghasilkan kain dengan karakter bergelombang, bertekstur garis/jalur. Kain jenis ini banyak digunakan untuk dres,gaun ataupun setelan jas. Morocan Crepe memiliki nama lain Crepe Marocain.

    Plisse Crepe

    Jenis kain ini dibuat dengan menggunakan alat bera sejenis rol untuk menghasilkan pola crepe (kerut/kerikil) diatas kain atau dengan cara menggunakan bahan kimia untuk menghasilkan kain seperti crepe(terlihat kerutan). Jenis kain ini biasanya terbuat dari katun yang terbungkus dengan lilin dengan pola bergaris atau berkerikil dan dicelupkan kebahan campuran alkaline. Pada bagian yang tidak terbungkus akan mengerut sehingga menghasilkan garis atau kerut ketika lilin dihilangkan. Hasil bahan ini sangat kuat dan tidak memerlukan penyetrikaan.

    Wool Crepe

    Dikenal juga dengan istilah Crepon. Merupakan jenis kain yang kuat tapi kasar. Terbuat dari campuran serat sutra dan katun. Efek kerutan pada kain crepe didapat dari pekerjaan benang saat menenun. Jenis kain ini dapat ditenun dengan kombinasi pemutaran benang kiri dan kanan pada kain yang sama atau dengan tingkat keregangan yang berbeda pada benang lusi (wrap) atau dengan menambahkan kerapatanatau ketegangan pada proses pemutaran benang.

    Sekian infonya...Semoga bermanfaat...

    Rabu, 19 Oktober 2016

    Tips Memilih Busana Agar Terlihat Lebih Langsing

               
               Memiliki penampilan menarik tentu merupakan idaman setiap orang apalagi wanita. Menjaga penampilan agar tetap terlihat menarik tentu menjadi penting bagi setiap wanita. Memiliki tubuh ideal tentu merupakan nilai plus dalam berpenampilan karena cocok dengan banyak jenis busana tetapi bagi wanita yang memiliki tubuh dengan proporsi kurang ideal juga bukan penghalang dalam berpenampilan. Yang diperlukan adalah pintar dalam memilih model busana yang akan kita kenakan. Pemilihan model busana tentu berpengaruh pada bentuk yang ditampilkan pada tubuh. Kita tidak harus diet ketat untuk menurunkan berat badan agar terlihat ideal, tetapi membuat ilusi optik agar kelihatan langsing bisa dilakukan dengan pemilihan busana yang cocok sehingga penampilan anda akan lebih menarik.Pemilihan busana yang kurang tepat akan memperburuk penampilan anda, bahkan membuat anda terlihat semakin gemuk. Berikut adalah beberapa tips dalam memilih busana agar terlihat menarik :

    1. Gunakan Celana Jeans yang Memiliki Potongan Lurus. 

    Potongan lurus akan memberi kesan kaki yang lebih panjang dan langsing pada bagian kaki. Model seperti ini juga cocok bagi anda yang memiliki pinggul besar. untuk warna sebaiknya gunakan warna yang gelap untuk menyamarkan bentuk paha. Pilihlah warna seperti warna hitam, coklat, abu-abu tua atau warna gelap lainnya.

    2. Gunakan Busana dengan Garis Vertikal.

    Garis vertikal memang membantu dalam membuat penampilan terlihat langsing. Walaupun sudah sangat biasa tetapi tips ini sangat manjur dalam membuat anda tampak langsing. sebaliknya hindari garis horizontal karena hanya akan membuat anda terlihat semakin lebar.

    3. Gunakan Legging

    Untuk memperlihatkan bagian kaki anda juga bisa memadukan legging dengan tunik selutut ataupun dress selutut yang akan menyamarkan bentuk pinggul dan paha.

    4. Hindari Fokus Pada Badan dan Pinggang

     Hindari pemakaian  busana yang memiliki motif maupun hiasan yang terlalu ramai pada bagian dada maupun pinggang karena akan membuat fokus penglihatan kearah tersebut sehingga semakin terlihat besar.

    5. Gunakan Ikat Pinggang

    Gunakan ikat pinggang yang kecil untuk membentuk pinggang. Hindari penggunaan ikat pinggang yang lebar.

    6. Pilih Bahan Melangsai/ Jatuh

    Gunakan bahan yang melangsai pada tubuh seperti bahan ciffon, ceruti, maupun sutra. jangan menggunakan baju dengan bahan yang melekat pada kulit seperti bahan kaos atau jersey karena akan semakin memperlihatkan bentuk tubuh  anda.

    7. Pilih Model Krah V

    Pilih dress yang memiliki krah V atau yang biasa disebut dengan krah V neck. Krah ini akan membantu anda terlihat lebih raping dari pada menggunakan krah bulat yang akan membuat anda terlihat semakin lebar. Demikian juga dengan garis leher sabrina juga akan membuat anda semakin terlihat gemuk.

    8. Gunakan Baju Yang Tidak Terlalu Longgar

    Pilihlah baju yang tidak terlalu longgar. Jangan menggunakan baju yang terlalu longgar tetapi jangan juga memakai baju yang terlalu pas dipadan. Memakai busana dari bahan yang melangsai dengan model berdrapery juga sangat membantu agar anda terlihat lebih langsing.

    9. Memakai Warna Hitam

    Memakai busana berwarna hitam memang akan membuat tubuh terlihat lebih langsing. Tetapi bukan berarti anda hanya akan mengguanakan warna hitam. Anda bisa memadupadankannya dengan warna cerah lainnya.Contoh anda memakai long cardi berwarna hitam dengan memakai dress berwarna merah. Warna hitam akan menyamarkan bentuk tubuh anda dan warna merah membuat tamoilan anda lebih cerah.

    10. Gunakan High Heels

    Memakai high heels dengan model lancip dan dengan hak yang kecil juga membuat tubuh akan terlihat lebih ramping.

    Sekian tipsnya...Semoga bermanfaat...


    Mengenal Coats (Mantel) Dan Jenis-Jenisnya (part 1)

                Coats atau mantel merupakan pakaian luar yang dipakai diatas busana sebagai pelindung cuaca. Mantel biasa dikenakan pada daerah yang memiliki 4 musim. Coats dipakai untuk keluar rumah pada musim dingin. Coats berawal dari jubah Yunani yang dinamakan "himation"atau toga romawi yang disebut dengan "palla" yang selanjutnya berubah menjadi mantel luar (overcoats) dan mantel jas hujan (raincoats). Pada abad pertengah mantel ini memiliki model tanpa lengan,berupa segiempat panjang,lingkaran baik yang memiliki penutup pada bagian muka ataupun yang memiliki penutup pada bagian punggungnya. Ada juga yang tidak memiliki bukaan pada bagian belakang maupun depan tetapi hanya memiliki lingkar leher yang lebar untuk memasukkan kepala. Pada perkembangan selanjutnya mantel ini dibuat dengan memakai lengan. Ada beberapa jenis mantel, antara lain :

    A-Line Coats

    Mengenal Coats (Mantel) Dan Jenis-Jenisnya (part 1)
    Sebuah mantel dengan siluet garis "A" (A-line) yang melebar pada bagian kelim bawahnya. Bentuk dan model seperti ini sangat populer dikalangan wanita pada awal abad ke-20. Karena penampilannya yang ramping walaupun dibuat dari bahan yang tebal sekalipun. Model ini dapat mengelabui penampilan (flattering) penampilan sehingga pemakai nampak langsing.












    Balmacaan Coats

    Mengenal Coats (Mantel) Dan Jenis-Jenisnya (part 1)
    Balmacaan Coats merupakan mantel atasan (top coats) atau mantel luar (over coats). Model seberti ini biasa dibuat dengan wool kasar dengan krah berukuran lebar kurang lebih 9cm yang bisa dipakai datar atau ditegakkan keatas. Biasanya memakai kantong Vest dengan saku tempel didalamnya. Model jenis ini sangat bermanfaat untuk cuaca dingin. Bagian belakang mantel ini lebih lebar dari pada mantel kotak (box coats) serta bersabuk yang bisa dipakai atau dilepas. Nama Balmacaan Coats berasal dari golongan masyarakat balmacaan dari Scotland (Inggris). mantel atau krahnya biasa disebut "bal" yang sering juga dipakai sebagai jas hujan (raincoats).








    Barrel Coats

    Mengenal Coats (Mantel) Dan Jenis-Jenisnya (part 1)
    Sebuah mantel dengan siluet seperti tong kayu " barrel" atau garis gelondongan benang (spindle line). Model ini dikenakan oleh Cristian Dior untuk koleksi musim gugur dan musim dingin (Autum and Winter)pada tahun 1957 sebagai salah satu karyanya.














    Bench Warmer Coats

    Mengenal Coats (Mantel) Dan Jenis-Jenisnya (part 1)
    Merupakan sebuah tipe dari stadium coats yaitu mantel musim dingin/winter untuk menyaksikan kegiatan olahraga (sport). Desainnya menampilkan hood (tudung) memakai ritz (tutup tarik)pada bagian depan, saku-saku tempel dengan penutupnya. Mantel ini dirancang sepanjang lutut dan dibuat dari bahan melton sejenis wool halus.













    Box Coats

    Mengenal Coats (Mantel) Dan Jenis-Jenisnya (part 1)
    Merupakan mantel dengan bentuk kotak (boxcoats) dengan siluet lurus tanpa garis pinggang sama sekali dengan panjang yang bervariasi. Merupakan mantel luar ataupun mantel atasan,maupun mantel yang menggantung lurus dengan lengan baju licin. Memakai bukaan depan gulbi ataupun sederatan kancing-kancing. Box coats adalah model yang populer digunakan selama dekade 1940-1950 baik oleh pria maupun wanita. Modelnya dibuat dengan model telangkup tunggal maupun telangkup dobel dengan model klepak krah meruncing pada keduanya. Bahannya biasanya dibuat dari bahan cashmere,camel's hair (bulu onta), fleese,(bahan tuas bulu),broadcloth,tweeds dan plaids (kotak-kotak). Biasa digunakan pada musim semi maupun sebagai pelengkap sebuah mantel yang cocok untuk segala suasana.





    Canadienne Coats

    Mengenal Coats (Mantel) Dan Jenis-Jenisnya (part 1)
    Mantel kerja sepanjang pinggul,model telangkup dobel yang bersabuk biasa dipakai oleh para penebang kayu di Canada pada musim dingin. yang juga dipakai oleh serdadu Canada yang ditempatkan di Prancis selama perang dunia ke-II. Model ini mengilhami para perancang busana di Paris untuk memikirkan mantel yang serupa bagi wanita sebagai  mantel jalan yang khususnya praktis dibuat untuk bersepeda, dimana waktu itu merupakan satu-satunya transportasi yang ada.












    Sekian infonya...Semoga bermanfaat...Nantikan Part selanjutnya....